Metode Penelitian Sosial

Selamat Datang Di ReadyyGo,
Kali ini saya akan Share Artikel yang Berjudul “Metode Penelitian Sosial”, Semoga bermanfaat, dan selamat membaca;


Metode Penelitian Sosial
Metode Penelitian Sosial

A. Pengantar
Kegiatan penelitian sosial sering dilakukan dalam rangka mencapai beberapa tujuan, seperti untuk mencari pemecahan-pemecahan dari problem sosial yang berkembang dan sekaligus sebagai langkah pengembangan di lapangan ilmu pengetahuan sosial. Keberadaan akal pikiran pada diri manusia telah memberikan sifat dasar sebagai makhluk yang selalu berpikir. Beberapa pertanyaan mendasar seperti: mengapa suatu benda diciptakan, bagaimana proses penciptaan itu berlangsung, siapakah diri kita, mengapa kita diciptakan, untuk apa kita diciptakan, akan kemanakah kelak kita akan menuju, mengapa dalam kehidupan selalu ada masalah-masalah sosial, bagaimanakah sebaiknya bersikap terhadap masalah-masalah sosial, apakah kebahagiaan itu, bagaimanakah caranya mencapai kebahagiaan itu, dan masih banyak lagi pertanyaan-pertanyaan lain yang selalu melengkapi kegelisahan manusia sebagai makhluk yang berpikir (animal rational).

Terhadap berbagai pertanyaan yang ada tersebut, manusia tidak hanya tinggal diam. Manusia akan selalu berusaha untuk mencari jawaban atas beberapa pertanyaan tersebut dengan cara melakukan penelitian-penelitian melalui langkah-langkah tertentu seperti mengumpulkan data, mengolah dan menganalisis data, menginterpretasikan data, membuat kesimpulan, menguji kesimpulan, membuat rekomendasi, melakukan penelitian lanjutan, dan seterusnya. Dalam bab ini akan dibahas beberapa hal yang berhubungan dengan penelitian sosial.
Sebelum membahas materi tentang penelitian, terlebih dahulu kita mesti memahami beberapa pendekatan untuk menemukan kebenaran. Hal ini dilakukan dengan mengumpulkan ilmu pengetahuan.

B. Beberapa Pendekatan Dalam Perkembangan Ilmu Pengetahuan
Dengan akal pikiran yang dimiliki manusia selalu terdorong untuk mencari kebenaran dengan cara mengumpulkan ilmu pengetahuan yang sebanyak-banyaknya. Banyak cara yang dapat dilakukan untuk memperoleh ilmu pengetahuan, akan tetapi secara garis besar dibedakan dalam dua cara, yakni: (1) pencarian ilmu pengetahuan dengan menggunakan langkah-langkah tertentu yang bersifat sistematis yang kemudian dikenal dengan istilah pendekatan ilmiah,dan (2) pencarian ilmu pengetahuan dengan tanpa menggunakan langkah-langkah yang bersifat sistematis yang kemudian dikenal dengan istilah pendekatan nonilmiah.

1. Pendekatan Nonilmiah
Kegiatan manusia dalam usaha mencari ilmu pengetahuan dan mencari kebenaran, terutama sebelum diketemukannya metode ilmiah, dilakukan dengan berbagai cara, di antaranya adalah penemuan ilmu pengetahuan secara kebetulan, penemuan ilmu pengetahuan dengan menggunakan akal sehat (common sense), penemuan ilmu pengetahuan dengan menggunakan intuisi, penemuan ilmu pengetahuan melalui wahyu, penemuan kebenaran melalui usaha coba-coba (trial and error), dan lain sebagainya.

2. Pendekatan Ilmiah
Secara sederhana dapat dikatakan bahwa pendekatan ilmiah merupakan suatu usaha untuk mencari ilmu pengetahuan dengan menggunakan cara-cara berpikir ilmiah yang didukung dengan langkah-langkah tertentu yang bersifat sistematis. Setidaknya terdapat tiga pola pikir yang dikembangkan dalam pendekatan ilmiah, yakni pola pikir induktif, pola pikir deduktif, dan pola pikir yang merupakan gabungan deduktif-induktif.

C. Merancang Penelitian
Metode ilmiah dapat diperoleh dengan melakukan kegiatan penelitian.
1. Pengertian Penelitian
Secara leksikal, istilah penelitian berasal dari bahasa Inggris research, re berarti kembali,sedangkan to search berarti mencari. Dengan arti kata research adalah pencarian kembali. Adapun pengertian dari penelitian dapat diperhatian pada pendapat beberapa ahli sebagai berikut:

1.      Menurut Webster’s World Dictionary, penelitian merupakan penyelidikan (penelitian) terhadap suatu bidang ilmu pengetahuan yang dijalankan untuk memperoleh fakta-fakta dan prinsip-prinsip dengan sabar, hati-hati, dan sistematis.

2.      Menurut Carter Good, penelitian merupakan suatu jalan ke arah kemajuan dan pemecahan suatu persoalan (research is a way progress and a problem solving).


3.      Menurut Sanapiah Faisal penelitian merupakan suatu aktivitas dalam menelaah suatu masalah dengan menggunakan metode ilmiah secara terancang dan sistematis untuk menemukan pengetahuan baru yang teruji kebenarannya, baik yang berhubungan dengan fenomena alam maupun yang berhubungan dengan fenomena sosial.

4.      Menurut Soerjono Soekanto penelitian merupakan suatu kegiatan ilmiah yang dilandaskan pada analisis dan konstruksi yang dilaksanakan secara metodologis, sistematis, dan konsisten, yang bertujuan untuk mengungkapkan kebenaran sebagai salah satu manifestasi dari hasrat manusia untuk mengetahui segala sesuatu yang sedang dihadapi.

Jadi dapat disimpulkan bahwa penelitian merupakan suatu kegiatan yang bersifat ilmiah yang dilaksanakan dengan menggunakan prosedur atau metode tertentu secara sistematis dengan menggunakan fakta yang diperoleh secara obyektif dalam rangka memecahkan masalah atau mendapatkan penemuan-penemuan. Penelitian juga bersifat berkesinambungan, dalam arti, suatu kegiatan penelitian dapat ditindaklanjuti dengan kegiatan penelitian berikutnya untuk memperoleh kebenaran baru yang lebih sempurna.

2. Tujuan Penelitian
Secara umum penelitian bertujuan untuk mencari, menemukan, mengembangkan, dan menguji kebenaran suatu pengetahuan. Secara lebih rinci tujuan penelitian dapat dibedakan atas dua macam, yaitu:

a.Tujuan ilmiah,
Yakni suatu kegiatan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui sesuatu tetapi hasilnya tidak dapat dimanfaatkan secara langsung dalam kehidupan nyata. Kegiatan penelitian seperti ini dikenal dengan istilah basic research atau pure research.
b.Tujuan praktis,
Yaitu suatu penelitian yang hasilnya dapat dimanfaatkan secara langsung dalam kehidupan nyata. Penelitian seperti ini dikenal dengan istilah applied research, seperti penelitian yang bertujuan untuk menetapkan jalur-jalur distribusi dan sekaligus menetapkan harga dari suatu barang tertentu. Termasuk dalam penelitian ini adalah:
  1.  Tujuan eksploratif, yakni suatu kegiatan penelitian yang dilaksanakan untuk menemukan dan mendapatkan pengetahuan baru yang belum pernah ada sebelumnya.
  2. Tujuan verivikatif, yakni suatu kegiatan penelitian yang bertujuan untuk menguji kebenaran yang dihasilkan oleh kegiatan penelitian yang dilaksanakan sebelumnya.
  3. Tujuan pengembangan (development), yakni suatu kegiatan penelitian yang bertujuan untuk mengembangkan, memperluas, dan menggali lebih dalam suatu konsep atau suatu teori yang sedang berkembang.


Jadi berdasarkan beberapa tujuan diatas kegiatan penelitian selalu dilaksanakan secara terus menerus dan berkelanjutan. Sedangkan tujuan utama dari kegiatan penelitian adalah untuk meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan umat manusia.

3. Jenis-Jenis Penelitian
Dalam bukunya yang berjudul Suatu Petunjuk Praktis Metodologi Penelitian Sosial, Asyari menyebutkan beberapa jenis penelitian sebagai berikut:
1. Berdasarkan disiplin ilmu yang dikaji:

a.       Natural science research, yakni kegiatan penelitian dalam bidang ilmu pengetahuan alam.
b.      Social science research, yakni kegiatan penelitian dalam bidang ilmu pengetahuan sosial.
c.       Humanities research, yakni kegiatan penelitian dalam bidang ilmu humaniora.

2. Berdasarkan tempat berlangsungnya kegiatan penelitian:

a.       Field Research, yakni kegiatan penelitian yang mengambil lapangan-lapangan tertentu sebagai objek penelitian.
b.      Library research, yakni kegiatan penelitian yang dilakukan di perpustakaan dengan mengkaji berbagai teori yang ada.
c.       Laboratory research, yakni kegiatan penelitian yang dilaksanakan di laboratorium.

3. Berdasarkan kegunaan dan tujuannya:

a.       Basic research atau pure research, yakni kegiatan penelitian yang dilaksanakan dalam rangka menemukan, menguji, dan mengembangkan suatu teori dalam rangka pengembangan dalam bidang keilmuan.
b.      Applied research, yakni kegiatan penelitian yang dilaksanakan untuk memenuhi tuntutan dalam kehidupan praktis. Applied research terdiri dari tiga jenis, yakni exploratif research, verivikatif research, dan development research.

4. Berdasarkan hakekat penelitian itu sendiri:

a.       Fact finding research, yakni kegiatan penelitian permulaan, yakni yang dititikberatkan pada penemuan fakta baru.
b.      Critical interpretation research, yakni kegiatan penelitian yang merupakan tindak lanjut dari fact finding research.
c.       Complette research, yakni kegiatan penelitian yang merupakan penggabungan dari fact finding research dan critical interpretation research.

5. Berdasarkan metode yang digunakan:

a.       Deductive research atau sering disebut juga dengan istilah logic research, kegiatan penelitian yang menggunakan metode deduksi.
b.      Inductive research atau technical research, yakni kegiatan penelitian yang menggunakan metode induktif.



4. Tahap-tahap Penelitian
Kegiatan penelitian dilaksanakan secara terencana, teratur, dan sistematis. Untuk itu, kegiatan penelitian dilaksanakan dalam beberapa tahap. Secara garis besar kegiatan penelitian dilaksanakan dalam tiga tahap sebagai berikut:

1. Tahap persiapan
Sebelum terjun ke lapangan seorang peneliti harus melaksanakan beberapa persiapan yang terdiri dari: (a) memilih tema/topik penelitian, (b) melaksanakan studi pendahuluan, (c) merumuskan masalah penelitian, (d) membuat hipotesis, (e) menentukan metode dan pendekatan penelitian, (f) menentukan variabel dan sumber data, dan (g) membuat instrumen penelitian.

2. Tahap pelaksanaan
Setelah melakukan persiapan seperlunya, seorang peneliti harus melaksanakan kegiatan penelitian yang meliputi: (a) mengumpulkan data, (b) analisis data, dan (c) membuat kesimpulan.
3. Tahap penulisan laporan
Penulisan pelaporan merupakan tahap akhir dari rangkaian proses penelitian.

a. Tema / topik penelitian
Untuk memilih tema atau topik penelitian, seorang peneliti harus memiliki kepekaan terhadap kehidupan yang dihadapinya. Secara praktis, seorang peneliti dapat memilih tema dari berbagai sumber, yaitu: (1) fenomena sosial yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari, (2) kajian-kajian kepustakaan, dan (3) informasi yang diberikan oleh pihak lain. Tema atau topik dalam kegiatan penelitian tidak boleh diambil secara sembarangan. Tema atau topik tersebut dipilih berdasarkan beberapa pertimbangan, yaitu:

1. Tema / topik penelitian hendaknya menarik perhatian masyarakat dan memiliki nilai guna bagi kehidupan masyarakat.

2. Tema / topik yang diangkat hendaknya merupakan tema/topik yang dapat diteliti dan dapat dicari datanya di lapangan. Untuk itu peneliti harus: (a) menguasai teori dan latar belakang serta metode pemecahannya, (b) memiliki waktu dan tenaga yang mendukung kegiatan penelitian, (c) memiliki sumber data dan sekaligus mampu menyusun alat pengumpul data, dan (d) mampu mengolah data yang telah terkumpul.

3. Hasil penelitian hendaknya dapat dimanfaatkan, baik untuk memajukan ilmu pengetahuan, meningkatkan efektivitas kerja, serta dapat menyumbangkan beberapa solusi terhadap permasalahan yang berkembang dalam kehidupan masyarakat.

4. Topik/tema penelitian hendaknya merupakan suatu hal yang baru sehingga kegiatan penelitian bukan merupakan kegiatan yang mubazir, termasuk untuk menghindarkan diri dari plagiarisme.


b. Studi pendahuluan
Pada dasarnya studi pendahuluan bertujuan untuk mendalami masalah yang telah dirumuskan sehingga peneliti dapat melakukan persiapan secara maksimal. Secara rinci tujuan dari studi pendahuluan antara lain adalah sebagai berikut:
1. Mengetahui secara pasti apa yang akan diteliti di lapangan.

2. Mengetahui secara lebih jelas tentang sumber data yang akan digali.

3. Agar kegiatan penelitian yang dilaksanakan bukan merupakan pengulangan dari kegiatan penelitian yang telah dilaksanakan oleh peneliti lain.

4. Untuk memperoleh gambaran tentang bagaimana teknik-teknik yang dipergunakan untuk menggali dan mengumpulkan data.

5. Dapat menentukan metode yang tepat guna menganalisis data yang telah dikumpulkan.

6. Memperoleh pemahaman tentang kesimpulan yang akan diambil dari kegiatan penelitian.

7. Memperoleh gambaran tentang manfaat penelitian bagi kehidupan masyarakat secara nyata.


Adapun cara-cara yang dapat ditempuh guna melaksanakan studi pendahuluan di antaranya adalah: (1) melakukan studi kepustakaan, yakni mengkaji buku-buku yang berisi tentang teori yang relevan dengan masalah penelitian, menelaah artikel, paper, dan juga hasil penelitian sebelumnya, dan lain sebagainya, (2) mengunjungi lokasi yang dijadikan objek penelitian, dan (3) melakukan diskusi dan tanya jawab dengan orang yang dianggap memiliki pengetahuan yang memadai sehubungan dengan masalah yang diangkat dalam penelitian tersebut.


c. Merumuskan masalah
Perumusan masalah sangat penting dalam rangka memberikan arah pada keseluruhan rencana dan langkah-langkah yang akan ditempuh dalam kegiatan penelitian, karena rumusan masalah akan memberikan gambaran yang jelas mengenai masalah yang terkandung di dalamnya, sekaligus memberikan petunjuk dalam pengumpulan data. Perumusan masalah tersebut juga perlu disertai oleh penyajian latar belakang penelitian. Rumusan dapat berbentuk kalimat tanya atau pernyataan yang jelas dan padat. Adapun kriteria yang harus dipenuhi dalam rumusan masalah antara lain adalah sebagai berikut:

1. Rumusan masalah harus menyatakan hubungan antara dua variabel atau lebih.

2. Dirumuskan dalam bentuk pertanyaan atau pernyataan yang jelas.

3. Rumusan masalah harus padat dan jelas sehingga mudah dipahami oleh orang lain.

4. Rumusan masalah harus mengandung unsur data yang mendukung pemecahan terhadap masalah penelitian.

5. Rumusan masalah harus merupakan dasar dalam membuat hipotesis (kesimpulan sementara)

6. Rumusan masalah harus menjadi dasar dalam menentukan tujuan penelitian.

7. Rumusan masalah harus merupakan dasar dalam mengambil kesimpulan penelitian.

8. Rumusan masalah harus mencerminkan judul penelitian.
Contoh rumusan masalah adalah: Bagaimana hubungan antara kecerdasan pelajar dengan peningkatan prestasi belajar? Judul yang tepat bagi rumusan masalah tersebut adalah Pengaruh kecerdasan pelajar terhadap peningkatan prestasi belajar. Dan lain sebagainya.


d. Merumuskan hipotesis
Hipotesis dirumuskan berdasarkan pada rumusan masalah yang ada. Pada dasarnya hipotesis merupakan suatu pandangan dari peneliti tentang solusi terhadap beberapa masalah yang diangkat dalam kegiatan penelitian. Hipotesis merupakan kesimpulan sementara dari beberapa masalah yang ada, hal mana masih harus dibuktikan kebenarannya. Adapun fungsi dari hipotesis adalah sebagai landasan atau patokan untuk menentukan sumber data, termasuk jenis-jenis data yang diperlukan. Dalam hubungan ini, Kerlinger mengajukan dua kriteria tentang hipotesis yang baik, yakni: (1) hipotesis merupakan pernyataan tentang hubungan antara dua variabel atau lebih dalam penelitian, dan (2) hipotesis dapat diuji secara empirik.
Contoh hipotesis: “kecerdasan pelajar sangat berpengaruh bagi peningkatan prestasi belajar”.

e. Menentukan metode dan pendekatan penelitian
Metode dan pendekatan penelitian dipilih berdasarkan rumusan masalah dan jenis data yang akan digali dalam kegiatan penelitian. Dalam bukunya yang berjudul Metodologi Penelitian Sosial dan Pendidikan, Sumanto menyebutkan beberapa macam metode / pendekatan penelitian sebagai berikut:

1. Metode penelitian sejarah
Penelitian sejarah merupakan usaha pengumpulan data secara sistematis, yakni meliputi beberapa langkah sebagai berikut:
a. Langkah heuristik, yakni kegiatan mengumpulkan data yang berkaitan dengan masalah-masalah yang diangkat dalam penelitian tersebut.
b. Langkah kritik, yakni melakukan seleksi terhadap berbagai data yang telah dikumpulkan hingga dicapai data yang valid.
c. Langkah interpretatik, yakni memberikan makna dan tafsiran terhadap data yang telah dikumpulkan.
d. Langkah historiografi, yakni menuliskan segala sesuatu yang merupakan makna dan tafsiran dari data yang telah dikumpulkan sehingga menghasilkan cerita sejarah.

2. Metode deskriptif
Dalam penelitian deskriptif peneliti melakukan usaha pengumpulan data untuk menguji hipotesis yang telah dirumuskan. Dalam penelitian deskriptif peneliti berusaha mendeskripsikan dan menginterpretasikan segala data yang telah dikumpulkan melalui angket, wawancara, maupun observasi.

3. Metode korelasi
Penelitian korelasi berkaitan dengan pengumpulan data untuk menentukan ada atau tidaknya hubungan (korelasi) antara dua variabel atau lebih. Dengan demikian ada tiga hasil yang dapat diperoleh dari penelitian korelasi, yakni: (1) terdapat korelasi positif antar variabel, (2) terdapat korelasi negatif antarvariabel, dan (3) tidak ada korelasi antarvariabel.

4. Metode kausal-komparatif
Penelitian kausal komparatif (ex post fakto) merupakan suatu penelitian yang dilakukan untuk menentukan penyebab atau alasan adanya perbedaan perilaku atau status kelompok / individual. Dengan demikian, setelah peneliti melihat adanya perbedaan dalam kelompok / individual maka segera dicari alasan-alasan yang menjadi penyebabnya. Pendekatan kausal-komparatif melibatkan pendekatan pendahuluan pada suatu akibat dan sekaligus mencari alternatif penyebabnya.

5. Penelitian eksperimen
Metode eksperimen merupakan satu-satunya metode penelitian yang dianggap paling berhasil dalam menguji hipotesis hubungan sebab-akibat. Dalam metode eksperimen, peneliti memanipulasi variabel independen untuk kemudian mengobservasi pengaruh yang diakibatkan oleh manipulasi yang dilakukan tadi. Untuk mendapatkan pengaruh yang betul-betul bersih dari pengaruh lain, peneliti dituntut untuk melakukan kontrol yang cermat terhadap masuknya pengaruh luar. Variabel-independen disebut juga dengan istilah variabel-eksperimen, sedangkan variabel-dependen disebut juga dengan istilah variabel-creation. Variabel dependen merupakan variabel tergantung, yakni merupakan efek dari manipulasi subjek setelah mendapatkan treatmen. Jika dilaksanakan dengan baik, penelitian eksperimen akan menghasilkan bukti yang dianggap paling baik mengenai hubungan sebab akibat yang dihipotesiskan.

5. Penelitian Sosiologis
Penelitian sosiologis merupakan bagian dari penelitian dalam bidang ilmu-ilmu sosial. Soerjono Soekanto mengatakan bahwa penelitian sosiologis merupakan suatu proses pengungkapan kebenaran berdasarkan penggunaan konsep-konsep dasar yang dikenal dalam sosiologi. Konsep-konsep dasar tersebut berfungsi sebagai sarana ilmiah dalam rangka mengungkapkan kebenaran yang terdapat dalam kehidupan masyarakat.

Di dalam penelitian sosiologis, peneliti menggunakan seperangkat metode ilmiah yang bersifat sistematis. Penelitian sosiologis sangat penting untuk dilaksanakan karena hasil penelitiannya dapat dipergunakan untuk:

(1) pengembangan dalam ilmu-ilmu sosial yang lain mengingat pusat perhatiannya adalah kehidupan masyarakat,

(2) data dan kesimpulan yang dihasilkan dalam penelitian sosiologis dapat dipergunakan untuk mendukung program pembangunan yang sedang digalakkan.


JJJ<<<=Ringkasan=>>>JJJ
Kegiatan penelitian sosial sering dilakukan dalam rangka mencapai beberapa tujuan, seperti untuk mencari pemecahan-pemecahan dari problem sosial yang berkembang dan sekaligus sebagai langkah pengembangan di lapangan ilmu pengetahuan Sosial.

Cara yang dapat dilakukan untuk memperoleh ilmu pengetahuan, akan tetapi secara garis besar dibedakan dalam dua cara, yakni: (1) pencarian ilmu pengetahuan dengan menggunakan langkah-langkah tertentu yang bersifat sistematis yang kemudian dikenal dengan istilah pendekatan ilmiah, dan (2) pencarian ilmu pengetahuan dengan tanpa menggunakan langkah-langkah yang bersifat sistematis yang kemudian dikenal dengan istilah pendekatan nonilmiah.

Berdasarkan berbagai pengertian, penelitian diartikan sebagai suatu kegiatan yang bersifat ilmiah yang dilaksanakan dengan menggunakan prosedur atau metode tertentu secara sistematis dengan menggunakan fakta yang diperoleh secara obyektif dalam rangka memecahkan masalah atau mendapatkan penemuan-penemuan. Penelitian bersifat berkesinambungan, dalam arti, suatu kegiatan penelitian dapat ditindaklanjuti dengan kegiatan penelitian berikutnya untuk memperoleh kebenaran baru yang lebih sempurna.

Selain itu penelitian memiliki dua tujuan, yaitu tujuan ilmiah dan tujuan praktis. Beberapa jenis penelitian antara lain:

1. Berdasarkan disiplin ilmu yang dikaji:
a. Natural science research,
b. Sosial science research,
c. Humanities research,

2. Berdasarkan tempat berlangsungnya kegiatan penelitian:
a. Field Research,
b. Library research,
c. Laboratory research,

3. Berdasarkan kegunaan dan tujuannya:
a. Basic research atau pure research,
b. Applied research,

4. Berdasarkan hakekat penelitian itu sendiri:
a. Fact finding research,
b. Critical interpretation research,
c. Complete research,

5. Berdasarkan metode yang digunakan:
a. Deductive research atau sering disebut juga dengan istilah logic research,
b. Inductive research atau technical research,

Kegiatan penelitian dilaksanakan dalam tiga tahap sebagai berikut:

1. Tahap persiapan
Dengan tahapan sebagai berikut: (a) memilih tema/topik penelitian, (b) melaksanakan studi pendahuluan, (c) merumuskan masalah penelitian, (d) membuat hipotesis, (e) menentukan metode dan pendekatan penelitian, (f) menentukan variabel dan sumber data, dan (g) membuat instrumen penelitian.

2. Tahap pelaksanaan
Dengan tahapan sebagai berikut: (a) mengumpulkan data, (b) analisis data, dan (c) membuat kesimpulan.

3. Tahap penulisan laporan
Setiap penelitian tentu saja memiliki tema yang diteliti, seorang peneliti dapat memilih tema dari berbagai sumber, yaitu: (1) fenomena sosial yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari, (2) kajian-kajian kepustakaan, dan (3) informasi yang diberikan oleh pihak lain.

(R.G)

Note;
·         Untuk Komentar anda, bisa langsung pada menu navigasi Contact Diatas!!!
·         Artikel ini Boleh di Copas, untuk bahan makalah / tugas sekolah / sebagai referensi, namun tidak untuk dipost diblog lain / pribadi maupun website, kecuali anda merubah komposisi artikel dengan kata – kata anda sendiri!!!
·         Atas perhatiannya saya ucapkan Trimakasih JJJJ.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel